
KESESI – Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si membuka secara resmi Muktamar Rifaiyah ke-8, Sabtu (9/11/2013). Kegiatan berlangsung mulai 8-11 November 2013 di Pondok Pesantren As-Saamianiy Desa Srinahan Kecamatan Kesesi. Dihadiri oleh Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, unsur Muspida, Wakil Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Pemalang, Wakapolda Jateng, Ketua Umum Rifa’iyah, beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat dan ribuan peserta serta kader dan simpatisan Rifaiyah dari seluruh Indonesia.
Bupati Pekalongan dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan muktamar Rifaiyah. Menurutnya, Rifaiyah adalah suatu organisasi keagamaan yang mampu melaksanakan amanat organisasi yaitu muktamar sebagai forum tertinggi untuk mengambil sebuah kebijakan.
Bupati menuturkan, pemilihan tempat pelaksanaan muktamar di sebuah desa yang jauh dari kota sangatlah membanggakan. Karena hal itu menunjukkan bahwa Rifaiyah dekat dengan masyarakat, Rifaiyah memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, Rifaiyah selalu mendampingi masyarakat dalam rangka meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dan Bupati berharap dan berdoa, apa yang menjadi kebijakan, apa yang menjadi motivasi Rifaiyah mengadakan muktamar di Desa Srinahan Kecamatan Kesesi yang jauh dari kota akan menjadi komitmen bersama.
Presiden mengatakan bahwa tahun 2013 ini adalah tahun politik. Rifaiyah sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan menjadi daya tarik karena dekat dengan rakyat, dekat dengan umat. “Oleh karena itu saya berharap dan berdoa mudah-mudahan organisasi Rifaiyah bukan sekedar untuk meramaikan dan ditarik kesana-kemari, tetapi bisa menjadi pemersatu diantara partai politik yang ada, Rifaiyah juga menjadi penyejuk. Disamping itu juga menjadi motivasi untuk selalu mengabdi kepada bangsa dan negara. Rifaiyah lupa akan kodratnya, wassalam!,” tegasnya.
“Rifaiyah saya harap juga untuk selalu mendampingi dan mengingatkan agar siapapun yang menjadi pejabat tidak terjebak pada hal-hal yang nanti dapat menjerumuskan dan menyengsarakan rakyat,” imbuh Bupati.
Sementara itu Ketua Umum PP Rifa’iyah – DR. KH. Mukhlisin Muzarie, M.Ag dalam sambutan menyampaikan rasa syukurnya dapat bersillaturrahmi dengan semua komponen Rifa’iyah dari seluruh Indonesia. “Penyelenggaraan muktamar tahun ini di ponpes As-Saamianiy Desa Srinahan Kabupaten Pekalongan karena ponpes ini mempunyai sejarah panjang untuk membentuk kader-kader ulama Rifaiyah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, DR. KH. Mukhlisin Muzarie menceritakan sejarah berdirinya organisasi Rifaiyah. Menurutnya, organisasi Rifa’iyah dengan tokoh sentral Syaikh Ahmad Rifa’i sudah ada cukup lama yakni sejak beliau membangun pondok pesantren di Kalisalak Kabupaten Batang pada tahun 1840-an sampai tahun 1859. “Akan tetapi secara resmi menjadi organisasi sosial kemasyarakatan baru 22 tahun saja (pada tanggal 18 Jumadil Akhir 1412 H., bertepatan dengan tanggal 24 Desember 1991 M.) yaitu ketika dideklarasikan di pondok pesantren Al-Islah Arjawinangun Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Sedangkan ketua panitia Muktamar, Abdullah Hamzah dalam laporan menyampaikan tujuan umum Muktamar yaitu untuk menghasilkan keputusan-keputusan Rifaiyah secara nasional. Adapun secara khusus, tujuan Muktamar yaitu untuk membentuk kepengurusan baru masa khidmat 2013-2018, merumuskan rekomendasi-rekomendasi, melakukan evaluasi dan membuat program kerja Pimpinan Pusat Rifaiyah untuk periode lima tahun ke depan, serta memutuskan hasil batsul masail.
Selain muktamar, kata Hamzah, kegiatan lain yang dilaksanakan yaitu Muktamar UMRO yang akan dilaksanakan di Bojong dan lokakarya FKMR (Forum Komunikasi Mahasiswa Rifaiyah) serta rebana yang diikuti oleh santri-santri dari Ponpes Rifaiyah yang ada di Kabupaten Pekalongan. Untuk peserta terdiri dari unsur pimpinan pusat rifaiyah, unsur pimpinan wilayah dan daerah rifaiyah, unsur pimpinan angkatan muda rifaiyah, unsur pimpinan umro/umri rifaiyah, unsur himpunan petani dan peternak rifaiyah, unsur pengusaha garmen rifaiyah dan unsur FKMR. (di2k/aan/her)
Sumber : Bag. Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : Nd. Kominfo
